Modernisasi Dalam Perspektif Islam

Wacana pemikiran Islam mengenai berbagai persoalan kehidupan akhir-akhir ini menunjukkan bahwa Islam merupakan ajaran yang memikirkan kepentingan orang banyak, bukan hanya kepentingan golongan tertentu. Pemahaman mendalam yang benar dan rasional dalam menghadapi permasalahan akan memberikan landasan pada umat Islam untuk menjalani hidup di era modern. Disisi lain, wacana-wacana tersebut kalau ditinjau lebih jauh, sebenarnya merupakan usaha untuk menemukan jalan bertaqarrub pada Illahi. Diakui atau tidak, bahwa saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi telah berkembang sedemikian pesat, dimana dalam hitungan detik kita dapat mengetahui peristiwa di belahan dunia lain. Dan inilah tahap perkembangan zaman yang dikenal dengan Zaman Modern.

Khusus mengenai zaman modern ini, ada beberapa pengertian yang diambil. Namun, pengertian yang paling azazi adalah meninggalkan tata kehidupan yang lama dan usang, serta menggantinya dengan kehidupan baru yang lebih baik, lebih mudah, lebih menguntungkan, dan lebih mengagumkan. Perubahan yang dilakukan menyangkut tata cara hidup masyarakat secara keseluruhan yang secara sadar atau tidak, sebenarnya kita sedang berusaha menuju pola hidup modern baik dalam kehidupan sosial, politik maupun budaya.

Kehidupan modern yang ditandai dengan kerja keras, disiplin dan produktivitas mengharuskan orang tunduk pada mekanisme dan sistem kerja yang telah diatur dengan ketat. Yang terjadi kemudian adalah proses rutinitas dan penilaian manusia didasarkan pada keahlian dan kerajinan dalam bekerja.

Realitanya, kehidupan yang demikian akan menimbulkan kecenderungan umat untuk menonjolkan kehidupan dari segi materi, dan berusaha untuk menambah kebahagiaan dengan memenuhi kebutuhan materi apapun jalan yang dilakukan. Pada akhirnya akan terkesan bahwa norma-norma agama, nilai-nilai tradisi, adat istiadat, kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat tidak dihiraukan lagi, yang muncul kemudian adalah seolah-olah terjadi pembebasan dari kekangan tradisi yang telah membudaya sekian tahun.

Gambaran di atas terjadi karena hilangnya moralitas umat yang merupakan indikator baik buruknya perilaku yang telah disepakati dan sekaligus menjadi referensi dalam menyikapi persoalan yang bersentuhan dengan keputusan bersama. Dalam konteks yang demikian, posisi dan peran agama memegang peranan yang penting dalam membentuk moralitas publik.

Oleh karenanya, untuk memulihkan citra diri manusia yang sesuai dengan kehendak Sang Pencipta di era yang serba modern ini, maka modernisasi bagi semua pihak harus mampu memperhatikan dan membina kehidupan rohani sesuai dengan jalan keimanan, kodratnya sebagai manusia, dan mempunyai kebijaksanaan, rasa keadilan dan sifat sosial yang dibutuhkan.

Modern, dalam pengertian ini berupa perubahan pola pikir yang menyadari akan peringatan-peringatan dan perintah Illahi sebagaimana yang tertera dalam Firman Allah Surat 45 ayat 13, bahwa manusia harus mampu berpikir, mengerti dan memanfaatkan seluruh potensi isi alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Disinilah letak kelebihan manusia diberi akal oleh Allah untuk menegakkan peradaban yang juga berarti bahwa manusia harus mampu menguasai alam, merangkai hukum untuk menegakkan peradaban.

Hal ini menunjukkan bahwa manusia diperintah untuk beriman pada Allah, kemudian memanfaatkan kemampuan intelektualnya untuk menggali rahasia alam demi kehidupan sendiri dan seluruh umat manusia. Tidak hanya menerima begitu saja hasil-hasil pemikiran yang merupakan produk masa lalu (Taqlid). Hasilnya diharapkan mampu melahirkan manfaat yang disertai dengan kebijakan dan keadilan sosial serta tegaknya peradaban (Islam) yang menjadi idaman umat manusia.

Dengan adanya keimanan yang tertanam dalam hati, manusia akan mengakui kekurangan dan kelemahan dirinya dihadapan Allah sehingga tidak sempat menyombongkan diri. Bahkan manusia akan selalu merendahkan diri, memohon petunjuk dan menerima kritik dari orang lain.
Solusi dari permasalahan agama (Islam) di era modernisasi adalah membebaskan Islam dari ajaran yang bukan dasar, sehingga pemahaman ajaran agama benar-benar murni merupakan ajaran agama dan bukan merupakan prasangka atau penafsiran yang turun temurun dari ulama zaman dahulu. Hingga kelak pada saat mengalami perubahan menuju zaman modern -dimana IPTEK dan kemanusiaan memegang peranan penting- agama tidak hanya sebagai simbol belaka tetapi lebih dari itu sebagai kekuatan etika yang menjalar ke segenap bidang kehidupan masyarakat.

Dengan demikian, makna modernisasi dalam tataran cara berpikir demikian akan membawa banyak kebaikan dalam masyarakat yang sekaligus dalam rangka mendekatkan diri pada Allah. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimanfaatkan untuk mengolah dan menguak rahasia alam raya justru akan mengantarkan diri pada keinsyafan dan keimanan yang mendalam. Sehingga bersihlah jiwanya baik dalam berperilaku maupun dalam beramal zariyah yang pada akhirnya makin meningkatlah rasa taqwanya pada Allah.

Share this article :
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. sujito4um - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger